Pengertian Istilah ODP, PDP, dan Suspect Dalam Pandemi Virus Corona

Pengertian Istilah ODP, PDP, dan Suspect Dalam Pandemi Virus Corona
Pengertian ODP, PDP, dan Suspect - WHO (Badan kesehatan dunia) menyatakan bahwa dunia saat ini tengah dilanda sebuah pandemi, yaitu wabah virus bernama Covid-19 atau biasa disebut Coronavirus. Coronavirus adalah virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan manusia. Banyak diketahui virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan seperti halnya flu. Namun, virus ini ternyata juga dapat menyebabkan infeksi pernapasan berat, hingga infeksi paru-paru (pneumonia). Untuk penularannya ternyata cukup cepat dan bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui.

Penanganan di Indonesia

Semenjak pandemi virus Corona merebak di lebih dari 150 negara didunia, mulai bermunculan istilah-istilah untuk mengklasifikasi para pasien yang terinfeksi virus ini. Termasuk di Indonesia, muncul istilah seperti ODP, PDP, dan ODR serta istilah-istilah lainnya. Tujuannya adalah untuk mempermudah tenaga medis dan masyarakat dalam membedakan seseorang yang tengah terjangkit virus ini.

Lalu, apa perbedaan istilah-istilah tadi? Nah agar tidak bingung dan salah paham, mari kita bahas satu per satu perbedaannya:

1. ODP

ODP adalah kepanjangan dari Orang Dalam Pemantauan. Orang dapat dikatakan masuk dalam kategori ini apabila pernah mengunjungi tempat atau negara yang merupakan pusat penyebaran Corona kemudian kembali ke tanah air. Biasanya data orang-orang dalam pemantauan tadi disimpan di database Kementrian Kesehatan.

2. PDP

PDP adalah kepanjangan dari Pasien Dalam Pengawasan. Artinya, dalam kategori ini apabila ODP kalau sudah dirawat maka statusnya berubah menjadi PDP. Dalam banyak kasus pasien sudah menunjukkan gejala seperti, demam, batuk, pilek, dan sesak napas.

3. Suspect

Status suspect dapat disematkan kepada seseorang yang diduga kuat terkena virus Corona. Seperti pernah memiliki riwayat kontak langsung dengan pasien yang positif dan pernah berpergian di negara pusat penyebaran virus.

Istilah lainnya

Selain istilah-istilah diatas tadi terdapat lagi istilah lain yang sudah beredar di publik antara lain:
  • OTG (Orang Tanpa Gejala), adalah seseorang yang tidak menunjukkan gejala virus corona tetapi memiliki risiko tertular dari orang yang positif.
  • ODR (Orang Dalam Risiko), status untuk seseorang yang memiliki riwayat pernah bepergian dan baru bepergian dari daerah yang terjangkit corona, atau berinteraksi dengan PDP, tetapi belum menunjukkan adanya gejala secara fisik. Contohnya, anak rantau dari daerah yang terjangkit lalu mudik itu bisa masuk kategori ODR yaa.

Kesimpulan 

Dari penjabaran diatas, bila kita pahami seksama dapat membuat kita mengerti bagaimana cara kita bersikap bila akan berinteraksi sosial. Artinya dengan istilah-istilah tadi dapat meminimalisir kecemasan di masyarakat bahwa tidak semua gejala seperti bersin atau batuk bisa dikatakan terjangkit virus corona yaa. Intinya yang terpenting adalah tetap melakukan pencegahan dari diri sendiri seperti memakai masker, menjaga jarak, serta selalu menjaga kebersihan.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama